“Ngebut dengan FreeWriting”
Hari Rabu ini adalah kuliah keempatbelas untuk meningkatkan wawasan dalam menulis, yang disampaikan oleh Bapak M. Firman.Suwarya. Seorang guru yang mengajar TIK di SMP Negeri Unggulan Indramayu. Selain menjadi guru, belaiu adalah salah satu penulis buku informatika jenjang SMP dan penulis buku lainnya.
Materi yang disampaikan adalah tentang FreeWriting. Freewriting yaitu teknik menulis cepat tanpa hambatan. Ada tantangan dari Pak Firman, jika anda menulis 1 hari 5 lembar dalam 30 hari, kira2 sanggup tidak? jika seseorang konsisten menulis 5 lembar perhari, maka akan menjadi seorang penulis yang handal dan produktif.
Secara umum memang menulis sebanyak 5 halaman itu memutuhkan waktu berjam-jam belum lagi nanti efeknya ketemu dengan rasa bosan yg membelenggu. Itulah yang menjadi penyakit hampir menghinggapi hampir semua penulis baik yg baru belajar menulis ataupun mungkin penuis yang sudah menjadi penulis handal. Bahaya penyakit ini adalah baisanya diawali menyerang ke pikiran, cirinya tiba-tiba ide-ide yang kita punya hilang entah kemana. Kemudian bingung harus nulis apa lagi, puyeng, dan lain sebagainya. Dampak endingnya yaitu kita akan capek, lelah, malas untuk menulis.
Terkadang saat malas menghinggapi, ketika mau nulis lagi, tiba-tiba mendadak mendapatkan ide yang baru. Kemudian kita mulai menulis, lalu apa yang terjadi? Ditengah jalan sebelum ide baru yang menrut kita lebih bagus itu belum selesai ditulis, tiba-tiba muncul ide baru lagi. Alasan dan pikiran kita sama seperti pertama tadi. Yaitu ide baru tersebut lebih lebih dan lebih bagus dari ide pertama. Dan akhirnya tidak ada selesainya. Kondisi seperti itu dalam dunia kepenulisan biasa disebut dengan Lingkaran Setan Kebuntuan.
Bagaimana kita memahami dan menerapkan dari Freewriting ini? Misal seperti ini, kita akan melalukan ujian. Ujian itu akan dimulai dari pukul 07.00 samapi dengan 09.00 selama 120 menit atau 2 jam. Kita harus segera datang tepat waktu agar bisa menyelesaikan ujian itu dengan baik, benar, dan yakin. Ada 50 soal yang diberikan. Namun, entah apa yang terjadi,tidak sedikitpun dibayangkan sebelumnya dan tidak terpikir dan seterusnya. Tiba-tiba saat menuju ke sekolah atau tempat tes ujian jalanan macet total. Sehingga memakan hampir 1 jam dari durasi tes ujian. Kira-kira dalam kondisi seperti itu apa yang dilakukan? Belum lagi melihat soal-soal yg susah dan masih kosong yang belum dijawab. Tetapi harus segera dikerjakan dan kita harus mendapatkan nilai bagus. Waktu terus berjalan. Sekali lagi apa yg kita lakukan? NGEBUUUUT, itulah yang akan kita lakukan. Kita harus ngebut menjawab soal ujian itu karena kejar-kejaran dengan waktu. Itulah gambaran singkat tentang Freewriting.
Kesimpulannya rasa bosan adalah penyakit yang sangat berbahaya melebihi covid 19 hati hati dan waspada dia menyerang dengan tiba tiba maka kita harus pupuskan dengan coba dan coba lagi. Sampai kapan kita harus mencoba maka jawabannya sampai kita sukses.
Arlandi Dwi Kuncoro, S.Pd
SDN Trombol 1 Mondokan
Mantap Pak 👍 salam literasi
BalasHapusMantap pak..semoga kita,ga punya rasa bosan tuk tetap menulis... Semangat
BalasHapusmantap Pak, semangat
BalasHapusKeren pak Andi
BalasHapus