Minggu, 06 Februari 2022

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF CALON GURU PENGGERAK

 MENERAPKAN 3S (SENYUM, SALAM, SAPA) SEBAGAI BUDAYA POSITIF DI SD NEGERI TROMBOL 1 MONDOKAN

   ARLANDI DWI KUNCORO, S.Pd

CGP KABUPATEN SRAGEN

ANGKATAN 4


1. LATAR BELAKANG

Mekolah menjadi tempat bagi para guru, murid, serta setiap lapisan komponen sekolah untuk merasakan atmosfer positif yang membangun dan memperkuat karakter. Ketika sekolah sudah memiliki budaya positif dengan menerapkan disiplin positif, guru akan bersemangat untuk bekerja, karena mereka melihat gambaran yang lebih besar dan murid berada dalam posisi yang lebih baik (secara mental dan emosional) untuk belajar. Untuk menciptakan budaya positif di sekolah, maka dimulai dari kelas.

Aksi nyata budaya positif yang dilakukan oleh calon guru penggerak adalah menerapkan budaya 3S (senyum, salam, sapa) di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, tiga hal tersebut dianggap penting untuk diterapkan di SD Negeri Trombol 1 Mondokan Kabupaten Sragen, dan dijadikan sebagai budaya positif sekolah untuk memperkuat karakter Profil Pelajar Pancasila.

2. TUJUAN AKSI NYATA

  •        Menumbuhkan dan memperkuat karakter siswa melalui budaya positif di sekolah.
  •        Mengembangkan inisiatif yang tinggi dalam diri siswa.
  •        Menumbuhkan rasa saling menghargai serta menghormati diri sendiri dan orang lain.

3. DUKUNGAN YANG DIPERLUKA

  • KELUARGA

Sebagai tempat pertama dan utama dalam membentuk karakter anak.

  • SEKOLAH

Sebagai tempat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa melalui program yang ada di sekolah.

  • MASYARAKAT
Sebagai tempat eksplorasi dan eksistensi potensi kemandirian yang dimiliki anak.

4. DESKRIPSI AKSI NYATA
Aksi nyata dilakukan dalam linimasa 4 minggu.
Tahap 1:
Tahap perencanaan aksi nyata. Pada tahapan ini calon guru penggerak melakukan pembuatan rancangan kegiatan aksi nyata.



Tahap 2:

Pada tahap ini calon guru penggerak melakukan koordinasi dengan kepala sekolah serta teman sejawat. Calon guru penggerak juga melakukan sosialisasi kepada peserta didik.





Tahap 3:

Tahap pelaksanaan aksi nyata berupa kegiatan pelaksanaan budaya 3S(senyum, salam, sapa) di lingkungan SDN Trombol 1. Penerapan budaya positif sekolah melalui kesepakatan kelas yang memasukan 3S (Senyum, salam, sapa) merupakan upaya mewujudkan kepedulian murid dan guru untuk pembentukan karakter. Melalui kesepakatan kelas yang terbentuk dapat mengikat hubungan antara murid dan guru. Kesepakatan kelas  sebagai budaya posistif sekolah, sebagai representatif kedisiplinan dan kepedulian warga sekolah sebagai makhluk intelektual yang berbudi.

5. HASIL AKSI NYATA

Hasil dari aksi nyata 1.4 tentang budaya positif  membentuk kesepakatan kelas dan menerapkan perilaku 3S  antara lain:

  •       Terjalinya komunikasi positif antara peserta didik dan guru dalam bermusyawarah membentuk kesepakatan kelas.
  •          Dihasilkannya kesepakatan kelas dengan menerapkan 3S menjadi budaya positif sekolah.
  •       Timbulnya kesadaran baik peserta didik dan guru  untuk menjalankan kesepakatan kelas.

6. REFLEKSI AKSI NYATA

Sebagai Calon Guru Penggerak saya telah memberikan sosialisasi cara menyusun kesepakatan kelas dan menginisiasi untuk membuat kesepakan kelas tersebut. Namun, dalam proses pelaksanaan penyusunan kesepakatan kelas  sebagai bentuk budaya positif sekolah, tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan harapan, hal dikarenakan masih ada kelas yang belum membuat kesepakatan kelas, dikarenakan beberapa alasan antara lain kesibukan, keterbatasan guru serta waktu saat PTM terbatas.

Sedangkankan untuk menerapkan 3S (Senyum, Salam, Sapa) sudah masuk menjadi bagian kesepakatan kelas dan mulai diterapkan sebagai budaya posistif, meskipun dalam pembiasaan tersebut masih ada hal yang terlupakan. Namun, sebagai Calon Guru Penggerak (CGP) meyakini bahwa hal  baru tersebut membutuhkan proses,  untuk memulai, melaksanakan dan menjadikannya sebagai budaya positif.

Dalam menyusun kesepakatan kelas peserta didik menunjukkan respon yang positif dan sikap antusias sehingga terjadi komunikasi dua arah, meskipun masih ada peserta didik yang kurang percaya diri untuk mengemukakan pendapatnya. Keterampilan dan ide atau gagasan yang dikemukakan oleh  peserta didik telah menunjukkan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai profil Pelajar Pancasila. Semakin terbiasanya peserta didik berperilaku positif semakin kuat nilai budaya berkarakter melekat dalam diri mereka dan guru teruslah menuntun dan memberi teladan.

7. RENCANA PERBAIKAN

  •       Konsisten dalam melaksanakan budaya positif baik di kelas dan sekolah.
  •       Lebih mengenal karakteristik siswa secara psikologi.
  •        Meningkatkan interaksi antara guru dan murid di luar jam pembelajaran.
  •            Melakukan refleksi dan evaluasi secara rutin dan berkala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar